Jumat, 07 Oktober 2016

Ethernet Mechanic Access


Spesifikasi Ethetnet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data link
dalam model referensi jaringan tujuh lapisan OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame
sebelum ditransmisikan di atas kabel.

Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang
mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex,
yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat mengirim keduanya
secara bersamaan atau sekaligus. Fast Ethernet serta GigaBit Ethernet dapat bekerja pada mode
full-duplex atau half duplex

Ethernet menggunakan metode kontrol akses Media Carrier Sense Multiple Access with Colllison Detection untk menentukan stasiun mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu untuk melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang akan mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal.

Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.


Full-Duplex Ethernet 




Sebuah full-duplex (FDX) sistem, atau kadang-kadang disebut double-duplex, memungkinkan komunikasi dua arah, dan, tidak seperti setengah-duplex, memungkinkan hal ini terjadi secara bersamaan.
Jaringan telepon tanah-line full-duplex, karena mereka memungkinkan kedua penelepon untuk berbicara dan didengar pada saat yang sama.

Sebuah analogi yang baik untuk sistem full-duplex akan menjadi jalan dua jalur dengan satu lajur untuk masing-masing arah. Dalam modus full-duplex, data yang dikirimkan tidak muncul untuk dikirim sampai telah benar-benar diterima dan pengakuan dikirim kembali oleh pihak lain.


Radio dua arah dapat dirancang sebagai sistem full-duplex, transmisi pada satu frekuensi dan menerima yang lain.


Hal ini juga disebut frekuensi-division duplex. Sistem duplex frekuensi divisi dapat diperpanjang untuk jarak jauh dengan menggunakan pasang stasiun repeater 


sederhana, karena komunikasi ditransmisikan pada satu frekuensi selalu bepergian ke arah yang sama.
Full-duplex koneksi Ethernet bekerja dengan memanfaatkan simultan dari dua pasang fisik kabel twisted (yang berada di dalam jaket), di mana satu pasangan digunakan untuk menerima paket dan satu pasang digunakan untuk mengirimkan paket (dua pasang per arah untuk beberapa jenis Ethernet), ke perangkat yang terhubung langsung.


Hal ini secara efektif membuat kabel sendiri lingkungan bebas tabrakan dan menggandakan kapasitas data maksimum yang dapat didukung oleh koneksi.


Ada beberapa keuntungan menggunakan full-duplex lebih dari setengah-duplex.

waktu tidak terbuang, karena tidak ada frame harus ditransmisikan ulang, karena tidak ada tabrakan.
kapasitas data yang lengkap tersedia di kedua arah karena mengirim dan menerima fungsi dipisahkan.
stasiun (atau node) tidak harus menunggu sampai orang lain menyelesaikan transmisi mereka, karena hanya ada satu pemancar untuk setiap twisted pair.
Secara historis, beberapa sistem berbasis komputer dari tahun 1960-an dan 1970-an yang diperlukan fasilitas full-duplex bahkan untuk operasi half-duplex


Format Frame Ethernet 


Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan dalam bentuk paket-paket data
yang disebut dengan Ethernet Frame. Sebuah Ethernet frame memiliki ukuran minimum 64 byte, dan maksimum 1518 byte dengan 18 byte di antaranya digunakan sebagai informasi mengenai alamat sumber, alamat tujuan, protokol jaringan yang digunakan, dan beberapa informasi lainnya yang disimpan dalam header serta trailer (footer). 


Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:

Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP)
Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 atau yang sebelumnya)
Ethernet 802.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan selanjutnya)
Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP, dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP)
Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi.


Sebuah frame Ethernet terdiri atas beberapa field, yakni sebagai berikut:



Preamble. Field Preamble adalah sebuah field yang memiliki panjang 8 byte. 7 byte dari field ini merupakan susunan angka 0 dan 1 (setiap byte berisi urutan bit 10101010) yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi dengan pihak penerima, sedangkan 1 byte terakhir yang berisi 10101011 mengindikasikan bahwa frame tersebut adalah frame pertama. Sehingga, field ini berfungsi untuk melakukan sinkronisasi dengan pihak penerima dan menandai setiap frame Ethernet.
Destination Address. Field Destination Address adalah sebuah field yang memiliki panjang 6 byte yang menandakan alamat tujuan ke mana frame yang bersangkutan akan dikirimkan. Alamat tujuan ini bisa berupa alamat unicast Ethernet, alamat multicast Ethernet, atau alamat broadcast Ethernet. Alamat unicast Ethernet merupakan alamat fisik Ethernet yang bersangkutan, yang berupa MAC address, sedangkan alamat broadcast Ethernet merupakan sebuah alamat yang memiliki semua bitnya diset ke angka 1, sehingga membentuk pola alamat FF:FF:FF:FF:FF:FF.
Source Address. Field Source address adalah sebuah field yang memiliki panjang 6 byte dan menunjukkan alamat sumber dari mana frame yang bersangkutan berasal. Alamat ini umumnya adalah alamat unicast Ethernet.
Length/Type. Field LengthType adalah sebuah field yang memiliki panjang 2 byte yang mendndakan protokol lapisan tinggi yang terkandung di dalam frame Ethernet yang bersangkutan. Setelah sebuah kartu jaringan meneruskan frame yang bersangkutan kepada sistem operasi host tersebut, nilai dari field ini akan digunakan untuk meneruskan muatan Ethernet kepada protokol lapisan tinggi yang cocok. Jika tidak ada protokol lapisan tinggi yang cocok, maka nilai dari field ini akan diabaikan. Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol dalam format frame Ethernet II. Untuk sebuah datagram IP, nilai dari field ini diset ke nilai 0x0800, sementara untuk sebuah pesan ARP, nilainya adalah 0x086. untuk selengkapnya, lihat di website IANA.
Payload/Data. Field Payload untuk sebuah frame Ethernet II berisi sebuah protocol data unit (PDU) yang dimiliki oleh sebuah protokol lapisan yang lebih tinggi. Ethernet II dapat mengirimkan data dengan ukuran maksimum 1500 byte. Karena Ethernet memiliki fasilitas untuk mendeteksi adanya kolisi dalam jaringan, maka dalam frame-frame Ethernet II harus terdapat payload paling tidak 46 byte. Jika memang payload yang dimiliki oleh protokol lapisan yang lebih tinggi kurang dari 46 byte, maka data tersebut harus diisi dengan beberapa bit kosong, agar tetap memiliki panjang 46 byte.
Frame Check Sequence (FCS). Field Frame Check Sequence (FCS) adalah sebuah field yang ukurannya 4 byte yang menyediakan verifikasi integritas bit terhadap keseluruhan frame Ethernet II yang bersangkutan. Field FCS ini juga disebut dengan Cyclic Redundancy Check (CRC). Pihak peneirim akan menghitung nilai dari FCS dan menempatikan hasilnya di dalam field ini. Ketika pihak penerima mendapatkan frame yang bersangkutan, pihak penerima tersebut akan melakukan penghitungan ulang terhadap FCS dengan menggunakan algoritma yang sama, dan membandingkannya dengan yang terdapat di dalam FCS. Jika kedua nilai tersebut sama, maka frame yang bersangkutan dianggap valid dan akan diproses oleh pihak penerima. Jika tidak sama, maka frame tersebut diabaikan, seolah-olah tidak ada frame yang dikirimkan.
Proses Token Passing
Salah satu metode transmisi data sekitar ring disebut token passing. (Pengertian Token
adalah seri bit khusus yang berjalan di jaringan token ring. Setiap jaringan hanya memiliki satu token..) Token dilewatkan dari komputer ke komputer sampai mencapai komputer yang memiliki data untuk dikirim. Bawah angka menunjukkan topologi token ring dengan token. Komputer pengirim memodifikasi token, menempatkan alamat elektronik pada data, dan mengirimnya di sekitar ring.


Data melewati setiap komputer sampai menemukan satu dengan alamat yang sesuai dengan alamat pada data. Komputer yang menerima kembali pesan ke komputer pengirim yang menunjukkan bahwa data telah diterima. Setelah verifikasi, komputer pengirim membuat token baru dan mengalirkannya pada jaringan. Token beredar di dalam ring sampai workstation membutuhkannya untuk mengirim data. Mungkin kelihatannya bahwa token passing akan memakan waktu yang lama, tapi token sebenarnya bergerak kira-kira pada kecepatan cahaya. Sebuah token dapat mengelilingi ring berdiameter 200 m sekitar 477.376 kali per detik.


A. Kabel Tester Sebagai Konsol SNMP




SNMP adalah sebuah protocol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja.


B. Ethernet ISU Wiring
Keluarga teknologi jejaring komputer untuk jaringan wilayah setempat (LAN) yang biasanya menghubungkan banyak perangkat yang relatif dekat satu sama lain. Contohnya : Sistem jaringan pada gedung yang sama. Sejarah ethernet ini bermula dari sebuah pengembangan WAN di Universitas Of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA" . dan pada tahun 1975, Xerox Coporation mendesign Ethernet yang bisa menghubungkan 100 komputer dengan kecepatan 2,94 megabit/sekon melalui kabel yang cukup panjang, yaitu 1 km.


C. Fast Ethernet Kabel

Semakin berkembang aplikasi lewat LAN seperti CAD, image processing, audio dan vidio di mana dibutuhkan transportasi data yang menuntut kapasitas yang lebih besar dalam LAN maka ada implementasi LAN lagi yang disebut Fast Ethernet atau disimbolkan dengan 100BASET. Fast Ethernet mampu mentransfer data hingga 100 Mbps.
Topologi Fast Ethernet tidak jauh beda dengan 10BASE-T.versi-versi terbaru Fast Ethernet inipun sudah banyak macam ragamnya. Misal: 100Base-t4 (Menggunakan UTP 4 pair seperti 10 Baset), 100BASE-XF (Menggunakan dua kabel serat optik pada masing-masing jalur pengirim dan penerima).


D. Token Ring Wiring

Token ring adalah permulaan standart LAN yang pernah dikembangkan oleh IBM.
Token ring berbasis nstandart IEEE 802.5 dan beroperasi pada 4 atau 16 Mbps.Dengan Token-ring, device network secara fisik terhubung dalm konfigurasi ring di mana data dilewatkan dari device ke device secara berurutan.
Protocol ini mencegah terjadinya tabrakan data (collision) dan memiliki kinerja yang lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.

Kamis, 06 Oktober 2016


1. Jadi dalam sebuah jaringan LAN atau jaringan lokal, memakai konsep 7 layer OSI, yaitu fisik, data link, network, transport, sesi, presentasi, dan aplikasi.

2. Pada lapisan fisik, ini bisa dibilang lapisan hardware atau perangkat jaringan yang digunakan. Jadi kita memahami semua masalah yang terjadi pada hardware jaringan, bisa pada kabel, komputer, router, atau switch/HUB.

3. Pada lapisan data link, kita harus memahami masalah masalah yang terdapat pada trafik data yang berlalu lintas pada jaringan.

4. Pada lapisan network, kita harus memahami permasalahan yang timbul pada interkoneksi antar jaringan komputer client dan server. Semisal client 1 dan 2 dapat terhubung dengan lancar, tetapi pada client 2 dan 3 terdapat kendala jaringan, maka kita harus mencari masalah yang ada, bisa faktor alamat IP atau gateway dan lainnya.

5. Pada lapisan transport, kita harus memahami masalah pada transportasi data atau informasi yang dikirim antar jaringan client atau server.

6. Pada lapisan sesi, terjadi penetapan sesi atau periode bagaimana sebuah jaringan atau koneksi dapar dibuat, dikelola, dan dihancurkan.

7. Pada lapisan presentasi, disini data atau informasi yang dikirim dan diterima dari antar client. dipresentasikan atau ditampilkan dalam bentuk bit bit data tertentu. Maka jika terdapar masalah, maka masalah dapat timbul dari lapisan sebelumnya yaitu transport atau data link.

8. Pada lapisan aplikasi, data yang dipresentasikan tadi ditampilkan dalam bentuk data asli, semisal data teks, gambar, audio, atau video. Ditampilkan dalam sebuah aplikasi seperti browser atau aplikasi penampil data lainnya.


Application layer merupakan layer atau lapisan teratas pada model OSI reference ketika user akan mengirimkan pesan dan menjadi layer atau lapisan terakhir pada sistem OSI Reference model ketika user akan menerima sebuah pesan. Sesuai dengan namanya, application layer merupakan layer atau lapisan yang bekerja pada program – program tertentu, dimana application layer sendiri bekerja pada komputer server ataupun komputer client. Terdapat 7 model OSI layer dan fungsi setiap layernya yang berbeda-beda.

Singkatnya, application layer merupakan lapisan OSI Layer yang menyediakan interface atau antar muka antar aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi di dalam jaringan, dan kemudian membantu mengerimkan dan menerima pesan yang dikirimkan di dalam jaringan tersebut. Ini juga di namakan protokol jaringan yang mengatur tugas-tugas tertentu dalam suatu jaringan internet.

Berbeda dengan layer atau lapisan pada OSI Reference Model lainnya, application layer merupakan layer atau lapisan yang paling dekat dengan user komputer, karena di dalam sistem jaringan komputer, application layer bisa menjadi awal dan juga bisa menjadi akhir lapisan, dan selalu terkait dengan berbagai macam aplikasi dan software di dalam komputer, seperti email client, web browser dan sebagainya.

Cara kerja dari Application layer

Mendefinisikan dan juga menelusuri cara kerja dari application layer jauh lebih mudah untuk dilakukan dibandingakan dengan mendefinisikan cara kerja dari lapisan atau layer lainnya di dalam jaringan. Pada dasarnya, application layer akan menerima perintah dari usernya, dengna bantuan aplikasi atau software tertentu untuk mengirimkan suatu pesan atau data ke komputer lainnya.

Begitupun sebaliknya. application layer akan menampilkan pesan atau data yang diterima oleh user dalam bentuk aplikasi atau software teretentu. Cara kerja dari layer application sangat mudah untuk diamati dibandingkan cara kerja layer lainnya.

Fungsi dari Application Layer

Application Layer sendiri memiliki beberapa fungsi dan tugas utama. Berikut ini adalah beberapa fungsi juga tugas utama dari Application Layer :
Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan

Fungsi pertama, application layer merupakan lapisan atau layer yang berfungsi sebagai pengumpul keseluruhan informasi dan data yang diterima dan yang akan dikirim melalui sebuah jaringan. Ketika user akan menerima data (receiver / recipient) maka application layer akan mengumpulkan seluruh data yang telah sampai untuk kemudian dimunculkan di dalam aplikasi tertentu.

Begitupun sebaliknya, ketika user akan mengirimkan data, maka application layer akan mengumpulkan keseluruhan data di dalam aplikasi tertentu, dan kemudian meneruskan data tersebut ke presentation layer untuk didefinisikan dan diproses lebih lanjut ke dalam jaringan.
Sebagai user interface dalam menampilkan data dan informasi

Fungsi berikutnya dari application layer adalah sebagai user interface. Apa gunaya pendefinisian data danpenyajian data yang dilakukan oleh layer presentation, namun user tidak dapat membaca dan melihat data tersebut? Karena itu, setelah presentation layer menyajikan data, application layer akan bekerja dalam menampilkan data yang tersaji tersebut di dalam sebuah user interface (bisa sebuah aplikasi, program, ataupun sistem – sistem tertentu), sehingga data yang tersaji bisa dilihat dan diamati langsung oleh usernya.




Software dan perangkat yang bekerja pada application layer

Application layer bekerja pada perangkat keras yang kita kenal sebagai komputer server ataupun komputer user, tergantung proses yang sedang berlangsung. Komputer server atau user sebelumnya haruslah memiliki software atau perangkat lunak yang mendukung.

Lapisan atau layer application ini bekerja dengan bantuan software – software dan aplikasi tertentu. Software dan aplikasi ini adalah program yang terinstall di dalam sebuah komputer, baik komputer penerima maupun pengirim. Beberapa program yang bekerja dengan menggunakan layer applikasi (application layer) tentunya sudah cukup akrab di telinga kita, seperti :
Email client (outlook, dan sebagainya)
Web browser (Mozilla, Chrome, dan sebagainya)

Ketika memahami bahwa application layer bekerja pada software dan program diatas, maka secara otomatis, application layer juga bekerja dengan bantuan beberapa macam protocol. Ada banyak protocol yang bekerja pada layer application ini. berikut ini adalah beberapa protocol yang bekerja pada application layer :
Protokol DNS

Protocol pertama yang bekerja pada application layer adalah protocol DNS. DNS merupakan kependekan dari domain name system. Sesuai dengan namanya, protocol DNS ini merupakan salah satu protocol yang sangat penting di dalam jaringan komputer, karena DNS membantu mendefinisikan IP address pada tiap – tiap komputer, sehingga semua komputer dapat saling terhuung satu sama lain dengan menggunakan IP Address.

Protokol HTTP

HTTP atau yang merupakan kependekan dari Hypertext Transfer Protokol merupakan salah satu protocol yang paling populer dan paling sering kita temui. HTTP merupakan protocol yang digunakan pada web browser untuk mengambil atau memanggil sebuah halaman atau situs website yang disusun dengan menggunakan sistem HTML. HTTP merupakan protocol yang tersambung ke dalam WWW atau world wide web, dan merupakan bagian penting dari protocol internet (TCP/IP).




SMTP / POP3

SMTP dan juga POP3 adalah salah satu protocol yang penting dalam hal berkirim surat elektronik atau email. Seperti contoh di atas, application layer bekerja pada email client, karena itu protocol yang digunakan pada email client juga merupakan protocol yang bekerja pada application layer.

SMTP merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol, sedangkan POP3 merupakan kependekan dari Post Office Protocol ver.3. SMTP digunakan sebagai protoikol yang membantu mengirimkan email ke dalam mail server, sedangkan POP3 merupakan protocol yang digunakan untuk mngambil dan membuka email yang terdapat di dalam mail server.

artikel terkait:
FTP

FTP merupakan kependekan dari File Transfer Protokol. FTP merupakan protocol yang digunakan untuk melakukan pengiriman atau pentransferan data di dalam sebuah jaringan internet. Dengan menggunakan protocol FTP ini, maka user dapat mengirimkan file dan juga data ke komputer lainnya hanya dengan menggunakan aplikasi saja, tanpa perlu repot menggunakan flash drive.
DHCP

DHCP merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yang merupakan protocol yang digunakan untuk membantu melakukan konfigurasi terhadap alamat IP dari komputer anda di dalam sebuah jaringan komputer.
Telnet

Telnet atau Telecommunication Network merupakan protocol yang banyak digunakan untuk melakukan akses jarak jauh terhadap suatu komputer (remote). Fungsi telnet sendiri cukup berperan penting dalam sebuah jaringan komputer, karena dapat menjalankan komputer dari jarak jauh tanpa perlu meremote langsung ke tempat dimana komputer itu berada.








A. Presentation Layer (Lapisan presentasi)
Berfungsi untuk menetralisasikan data yang hendak di transmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirector (redirector software). Presentation layerlebih cenderung pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi dua sistem.
Tanggung jawab spesifik:
Translasi.
Enkripsi.
Kompresi.
Presentation layer adalah lapisan ke enam dari tujuh lapisan yang fungsinya untuk bertanggung jawab di mana data di cek dan di format sebelum data di kirim dan sampai ke aplication layer.
Aplikasi yang bekerja di dalam presentation layer:
PICT,TIFF,JPEG merupakan format data untuk aplikasi berupa gambar (image)
MIDI, MPEG,dan quicktime merupakan format data untuk aplikasi sound & movie.
ASCII merupakan format data untuk informasi dalam bentuk texs.
contoh dari presntation layer :
gateway
protocolsyang bekerja :
SMPTP (SIMPEL MAIL TARNSFER PROTOCOL)
Fungsi untuk pertukaran mail
SNMP ( SIMPEL NETWORK MANEGEMENT PROTOCOL)
Fungsi untuk menejemen jaringan.
*TELNET protocol yang di gunakan untuk akses remote masuk ke suatu host data berjalan berupa text.
*TFTP (Trivial FTP) protokol untuk transfer file
beberapa fungsi dari presentaion layer:
-bagaimana data di presentasikan
-type data, enkripsi, visual image, dll.

A. Fungsi lapisan Session
Lapisan session berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
LAPISAN SESI
Lapisan sesi memungkinkan sesi penetapan antara proses yang berjalan di Stasiun berbeda. Menyediakan:

· Penetapan sesi, pemeliharaan dan penghentian: memungkinkan dua proses aplikasi pada mesin yang berbeda untuk membuat, menggunakan dan mengakhiri sambungan, disebut sesi.
· Sesi dukungan: melakukan fungsi yang mengizinkan proses ini berkomunikasi melalui jaringan, melakukan keamanan, pengenalan nama, log, dan sebagainya.
Session layer berfungsi untuk menetapkan, mengatur dan menghentikan sesi pengiriman data, session layer juga berguna untuk melayani presentation layer (lapisan ke 6)
Aplikasi yang ada pada session layer :
RPC (Remote Procedur Cell) protocol yang menyediakan mekanisme client / server pada sistem opersi windows NT
NFS (Network File System) di bangun oleh sun microsistem dan di gunakan oleh workstation TCP/IP dan unix agar dapat mengakses remot resource.
OS dan penjadwalan suatu aplikasi
protocols yang bekerja :
*NetBIOS (Network Besic Input Otput System) BIOS jaringan standar
*Names Pipes
*Mail Slots
*RPC ( Remote Procedur Call ) prosedur pemanggilan jarak jauh.
*SOCKET, Input Output untuk network jenis BSD-UNIX
beberapa fungsi dari session layer :
mempertahankan data dari berbagai aplikasi yang di gunakan.
Masalah jaringan dapat timbul dari transportasi lapisan masalah pada router, terutama di tepi jaringan mana lalu lintas diperiksa dan dimodifikasi. Dua teknologi lapisan umumnya dilaksanakan transportasi adalah akses daftar kontrol (ACL) dan Network Address Translation (NAT), seperti yang ditunjukkan dalam
Masalah yang paling umum dengan ACLs disebabkan oleh konfigurasi pantas, seperti ditunjukkan pada gambar 2. Masalah dengan ACLs dapat menyebabkan jika tidak bekerja sistem gagal. Ada beberapa daerah yang mana misconfigurations sering terjadi:
Pilihan arus lalu lintas – misconfiguration router yang paling umum adalah menerapkan ACL untuk lalu lintas yang salah. Lalu lintas didefinisikan oleh kedua antarmuka router melalui yang lalu lintas adalah bepergian dan arah di mana lalu lintas ini bepergian. Sebuah ACL harus diterapkan ke antarmuka yang benar, dan ke arah lalu lintas benar harus dipilih untuk berfungsi dengan baik.
Perintah akses kontrol entri – entri di ACL harus dari spesifik untuk umum. Meskipun ACL mungkin memiliki entri khusus mengizinkan arus lalu-lintas tertentu, paket pernah cocok entri jika mereka ditolak oleh lain entri sebelumnya dalam daftar. Jika router menjalankan ACLs dan NAT, urutan di mana setiap teknologi ini diterapkan untuk arus lalu lintas penting. Lalu lintas masuk diproses oleh inbound ACL sebelum diproses oleh lalu lintas NAT. Outbound luar di-dalam diproses oleh ACL keluar setelah diproses oleh dalam di-luar NAT.
Implisit menyangkal semua – ketika keamanan yang tinggi tidak diperlukan pada ACL, elemen kontrol akses implisit ini dapat menjadi penyebab misconfiguration ACL.
Alamat dan masker wildcard IPv4 – kompleks IPv4 wildcard masker memberikan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi, tetapi lebih tunduk pada kesalahan konfigurasi. Contoh topeng wildcard kompleks menggunakan alamat IPv4 10.0.32.0 dan wildcard topeng 0.0.32.15 untuk memilih host pertama 15 alamat baik 10.0.0.0 jaringan atau 10.0.32.0 jaringan.
Pilihan protokol transport-layer – saat mengkonfigurasi ACLs, sangat penting bahwa hanya protokol lapisan transport benar ditentukan. Banyak administrator jaringan, ketika Zhi arus lalu-lintas tertentu menggunakan TCP port atau UDP port, mengkonfigurasi keduanya. Menentukan kedua membuka sebuah lubang melalui firewall, mungkin memberikan penyusup avenue ke jaringan. Itu juga memperkenalkan elemen tambahan ke ACL, sehingga ACL memakan waktu lama untuk proses, memperkenalkan latensi lebih ke dalam jaringan komunikasi.
Sumber dan tujuan Port – benar mengontrol lalu lintas antara dua host memerlukan elemen kontrol akses simetris untuk ACL inbound dan outbound. Alamat dan port informasi untuk lalu lintas yang dihasilkan oleh sejumlah menjawab adalah cerminan dari informasi alamat dan port untuk lalu lintas yang dihasilkan oleh tuan rumah memulai.
Penggunaan kata kunci didirikan – kata kunci didirikan meningkatkan keamanan yang disediakan oleh ACL. Namun, jika kata kunci diterapkan secara tidak benar, hasil yang tidak diharapkan dapat terjadi.
Protokol jarang – salah dalam mengonfigurasi ACLs sering menyebabkan masalah untuk protokol selain TCP dan UDP. Jarang protokol yang mendapatkan popularitas adalah VPN dan enkripsi protokol.
Kata kunci log adalah perintah yang berguna untuk melihat ACL operasi pada entri ACL. Kata kunci ini menginstruksikan router untuk menempatkan sebuah entri di log sistem setiap kali entri kondisi yang cocok. Acara log termasuk rincian paket yang cocok elemen ACL. Kata kunci log sangat berguna untuk pemecahan masalah dan juga menyediakan informasi tentang intrusi upaya diblokir oleh ACL.

Chapter 9: Troubleshooting the Network 9.2.2.5 Transport Layer Troubleshooting – NAT for IPv4
Ada beberapa masalah dengan NAT seperti tidak berinteraksi dengan layanan seperti DHCP dan tunneling. Ini dapat termasuk NAT misconfigured di dalam, NAT di luar, atau ACL. Isu-isu lain termasuk interoperabilitas dengan teknologi jaringan lainnya, terutama mereka yang mengandung atau memperoleh informasi dari pengalamatan jaringan host dalam paket. Beberapa teknologi tersebut meliputi:
Bootp dalam sistem operasi dan DHCP – protokol kedua mengelola otomatis penugasan alamat IPv4 kepada klien. Ingat bahwa paket pertama yang mengirim klien baru adalah sebuah paket IPv4 siaran DHCP-permintaan. Paket DHCP-permintaan memiliki sumber alamat IPv4 0.0.0.0. Karena NAT memerlukan yang berlaku tujuan dan sumber alamat IPv4, bootp dalam sistem operasi dan DHCP dapat mengalami kesulitan beroperasi router menjalankan statis atau dinamis NAT. mengkonfigurasi fitur penolong IPv4 dapat membantu memecahkan masalah ini.

DNS dan menang – karena router menjalankan dinamis NAT berubah hubungan antara bagian dalam dan luar alamat secara teratur sebagai tabel entri berakhir dan diciptakan kembali, server DNS atau menang di luar NAT router tidak memiliki representasi akurat jaringan di dalam router. Mengkonfigurasi fitur penolong IPv4 dapat membantu memecahkan masalah ini.
SNMP – mirip dengan paket DNS, NAT tidak mampu mengubah menangani informasi yang disimpan dalam payload data paket. Karena ini, SNMP manajemen Stasiun pada satu sisi NAT router mungkin tidak dapat menghubungi agen SNMP di sisi lain NAT router. Mengkonfigurasi fitur penolong IPv4 dapat membantu memecahkan masalah ini.
Tunneling dan enkripsi protokol – enkripsi dan tunneling protokol sering memerlukan bahwa lalu lintas bersumber dari TCP atau UDP port tertentu, atau menggunakan protokol lapisan pengangkut yang tidak dapat diproses oleh NAT. Sebagai contoh, protokol IPsec tunneling dan generik protokol enkapsulasi routing yang digunakan oleh implementasi VPN tidak dapat diproses oleh NAT.